Industri Kertas dan Lingkungan Hidup (2)

Melanjut pada pembahasan (klik di sini untuk melihat pembahasan pada artikel terkait), aktivitas industri di dunia memang menjadi sorotan utama dalam pembahasan tentang lingkungan hidup. Salah satu ancaman terbesar bagi bumi manusia adalah pemanasan global. Banjir, kebakaran hutan, dan kematian massal hewan-hewan adalah sebagian kecil peringatan tentang bahaya pembunuh berdarah dingin bernama pemanasan global. Tingkat urgensi mengenai perhatian terhadap lingkungan perlu ditingkatkan oleh jutaan kaca mata dunia yang menyaksikan sendiri persebaran dampak buruk masalah ini pada skala global. Di sinilah sorotan utama tersebut diperdebatkan.

Di satu sisi, industri merupakan salah satu penopang utama bagi peradaban umat manusia. Dan di sisi lain, industri juga merupakan salah satu tokoh utama yang berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan. Hal ini bukanlah menjadi rahasia lagi mengingat bukti yang jelas berupa limbah pabrik kerap merusak lingkungan akibat manajemen pengolahannya yang tidak profesional. Belum lagi jika kita menghitung dampak negatif yang dihasilkan dari industri yang mengeksploitasi lingkungan hidup, salah satunya adalah industri kertas.

Industri kertas yang sumber produksi utamanya adalah pohon memang menjadi momok bagi pemerhati lingkungan hidup. Namun, sebelum kita terjun ke stigma negatif tentang industri kertas, mari kita telaah terlebih dahulu fakta-faktanya.

Mitosnya indstri kertas menjadi penyebab pemanasan global. Faktanya? Tidak bisa dipungkiri bahwa industri kertas memang memberikan kontribusi terhadap pemanasan global, tapi bukanlah penyumbang terbesar atau yang paling signifikan. Hal ini dikarenakan bahan baku kertas juga bisa berasal dari serat sekunder atau tumbuh-tumbuhan. Selain itu, meskipun industri kertas juga mengeluarkan emisi gas buang, namun persentasinya hanya 1,1% dari total global emisi gas di dunia. Sebagai tambahan, industri kertas juga diwajibkan dalam melaksanakaan program CSR-nya, yaitu dengan menanam pohon sebanyak 160 juta setiap tahunnya.

Mitos yang kedua adalah limbah kertas sangat berbahaya bagi lingkungan. Faktanya? Sebuah studi yang membandingkan dampak lingkungan dari berbagai material kertas lebih ramah lingkungan dari bahan plastik daur ulang (Koskela, S, 2014). Mengerucut pada industri paper packaging, saat ini jumlah corrugated packaging yang dapat didaur ulang lebih banyak dari material packaging lainnya menurut hasil survey dari U.S. Environmental Protection Agency (EPA). Di tahun 2012, rata-rata produk kertas di dunia yang dapat didaur ulang sebanyak 57%. Majalah dan koran bekas rata-rata 67% dan produk cardboard box sebanyak 84% dapat didaur ulang (RISI, 2012 Report). Tahun 2013, sebanyak 50 juta ton kertas di AS berasal dari proses daur ulang (AF & PA, 2015 Report).

Jadi, dapat disimpulkan bahwa meskipun industri kertas memang meemberikan andil terhadap degradasi lingkungan hidup, namun industri ini juga berkontribusi postif terhadap perbaikan dan pelesertariannya.

Penulis: Idham Hanafiah| Business Development & Marketing Strategist

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *